Senin, 14 Maret 2016


DINI IRIANI (22212195)
GENIALFI MIA (28212138)
ISNA ISNIYATI (23212850)
MUHAMAD FIRMANSYAH (24212788)

6. Bursa saham dunia berbeda kaitannya dengan perusahaan domestic melawan perusahaan asing yang terdaftar.

Diminta:

Masuk ke halaman situs The World Federation of Stock Exchanges (www.world-exchanges.org). Untuk setiap Negara yang dibahas dalam bab ini, identifikasi beberapa perusahaan domestic dan asing yang terdaftar. Bagaimana perbandingan Negara-negara tersebut dan apa saja implikasi dari pola yang telah diamati.
Jawab

1.      Jerman
a.       Allianz , merupakan perusahaan jasa keuangan multinasional yang berkantor pusat di Munich, Jerman. Bisnis utamanya adalah asuransi.
b.      BMW (singkatan untuk Bayerische Motoren Werke), adalah sebuah perusahaan otomotif jerman yang memproduksi mobil dan sepeda motor.
2.      Perancis
a.       Carrefour, ialah sebuah kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Prancis.
b.      Peugeot, sebuah merek mobil asal Perancis, dan merupakan anak usaha dari PSA Peugeot Citroën
3.      Inggris
a.       British American Tobacco plc. adalah sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai produk Rokok.
b.      Codemasters, merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Southam, Inggris. Didirikan pada tahun 1986. Menghasilkan berbagai macam produk game.
4.      Republic Ceko
a.       AVG Technologies (sebelumnya bernama Grisoft), adalah perusahaan perangkat lunak antivirus asal Republik Ceko yang didirikan tahun 1991.
b.      České dráhy (ČD),  merupakan sebuah perusahaan kereta api Republik Ceko.
5.      Belanda
a.       DAF Trucks NV, merupakan sebuah perusahaan transportasi yang berasal dari Belanda
b.      Akzo Nobel N.V. atau AkzoNobel, adalah perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang cat dan kimia. Perusahaan ini bermarkas di Amsterdam, Belanda.

8. Beberapa perusahaan dari 5 negara yang dibahas di bab ini telah terdaftar dalam New York Stock Exchange (NYSE)
Diminta : 
identifikasi perusahaan yang ada di NYSE dari 5 negara yang dibahas di bab ini. Bagaimana perbandingan sejumlah perusahaan yang terdaftar dari 5 negara ini dengan perusahaan-perusahaan lainnya di Negara Eropa? Apa maksud dari semua pola tersebut?

Jawab
Dalam web NYSE.com terdapat data-data mengenai Negara dan perusahaan apa asaja yang terdaftar di NYSE. Dari ke lima Negara yang dibahas dalam bab 3 hanya terdapat 4 negara yang terdaftar perusahaanya di NYSE, yaitu Jerman, Inggris, Belanda, Prancis. Negara dengan jumlah perusahaan yang paling terbanyak trdaftar di NYSE yaitu Inggris. Dampak positif dari terdaftarnya perusahaan ini adalah meningkatnya investor untuk Negara yang terdaftar. Berikut ini adalah nama perusahaan dan industrinya.
1.      Jerman

Company
Industry
Deutsche Bank
Banks
Fresenius Medical Care AG & Co.
Health Care Equipment & Services
Orion Engineered Carbons S.A. R.L.
Chemicals
SAP SE
Software & Computer Services
voxeljet AG
Technology Hardware & Equipment

2.      Belanada
Company
Industry
AEGON N.V.
Life Insurance
AerCap Holdings N.V.
Industrial Transportation
AVG Technologies, N.V.
Software & Computer Services
Core Laboratories N.V.
Oil Equipment, Services & Distribution
Elephant Talk
Fixed Line Telecommunications
ING Groep N.V.
Life Insurance
InterXion Holding N.V.
Technology
Koninklijke Philips Electronics N.V.
Leisure Goods
Unilever N.V.
Food Producers

3.      Prancis
Company
Industry
Constellium N.V.
Industrial Metals & Mining
CGG
Oil Equipment, Services & Distribution
Orange S.A.
Fixed Line Telecommunications
Sanofi S.A
Pharmaceuticals & Biotechnology
Sequans Communications S.A
Technology Hardware & Equipment
TOTAL S.A.
Oil & Gas Producers

4.      Inggris
Company
Industry
Amec Foster Wheeler plc
Oil Equipment, Services & Distribution
AstraZeneca PLC
Pharmaceuticals & Biotechnology
Aviva
Life Insurance
Barclays PLC
Banks
BHP Billiton plc
Mining
BP p.l.c.
Oil & Gas Producers
British American Tobacco P.L.C.
Tobacco
BT Group plc
Fixed Line Telecommunications
Carnival plc
Travel & Leisure
CNH Industrials N.V.
Industrial Engineering
Diageo plc
Beverages
Fiat Chrysler Automobiles N.V.
Automobiles & Parts
GlaxoSmithKline plc
Pharmaceuticals & Biotechnology
Global Ship Lease, Inc.
Industrial Transportation
HSBC Holdings plc
Banks
InterContinental Hotels Group plc
Travel & Leisure
International Game Technology PLC
Travel & Leisure
KNOT Offshore Partners LP
Oil Equipment, Services & Distribution
Lloyds Banking Group plc
Banks
Luxfer Holdings PLC.
General Industrials
Manchester United PLC
Travel & Leisure
National Grid plc
Gas, Water & Multiutilities
National Westminster Bank Plc (PFD)
Banks
Navigator Holding Ltd.
Industrial Transportation
Nomad Foods Ltd.
Food Producers
Pearson Plc
Media
Prudential Public Limited Company
Life Insurance
Relx PLC
Media
Rio Tinto Plc
Mining
Royal Dutch Shell plc
Oil & Gas Producers
Seadrill Partners LLC
Oil Equipment, Services & Distribution
Signet Group plc
General Retailers
Smith & Nephew plc
Health Care Equipment & Services
The Royal Bank of Scotland Group plc
Banks
Transocean Partners LLC
Oil Equipment, Services & Distribution
Unilever PLC
Food Producers
VTTI Energy Partners LP
Oil Equipment, Services & Distribution
  



12. Daftar dibawah ini adalah rasio keuangan yang digunakan oleh analisis:
·      Likuiditas: rasio terkini; arus kas dari kegiatan operasi terhadap utang lancar
·      Solvabilitas: utang terhadap ekuitas; utang terhadap aset
·      Profitabilias: pengembalan aset; pengembalian ekuitas
Diminta:
Asumsikan bahwa Anda membandingkan rasio keuangan perusahaan dari dua negara yang dibahas dalam bab ini. Diskusikan bagaimana praktik akuntansi diidentifikasi seperti pada Tampilan 3-6 akan memrngaruhi perbandingan Anda bagi masing-masing enam rasio dalam daftar.

Jawab

1. Rasio Likuiditas 
Fred Weston dikutip dari Kasmir (2008:129):  menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.  
Dalam rasio-rasio likuiditas, analisa dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut: 
a. Rasio Lancar (Current Ratio) 
Rasio lancar merupakan rasio untuk  mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia
                      Aktiva  Lancar
Current ratio = ----------------------- x 100%
                        Hutang  Lancar

b. Rasio Cepat (Quick Ratio atau Acid Test Ratio) 
Rasio  cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
                      Aktiva  Lancar −Persediaan
Quick Ratio = --------------------------------- x 100%
                            Hutang  Lancar

2. Rasio Profitabilitas  
Menurut Sofyan Safri Harahap (2008:304),  “Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan mendapatkan laba  melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya”.
a.  Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) 
Margin laba kotor adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjulan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
                                        Laba Kotor
Gross Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                         Penjualan

b. Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin) 
Margin laba operasi adalah ukuran  persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.
                                      Laba  setelah  pajak
Operating Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                             Penjualan

c. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) 
Margin laba bersih adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak. 

                              Laba  setelah  pajak
Net Profit Margin = ----------------------- x 100%
                                   Penjualan


3. Rasio Solvabilitas  
Menurut Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008),  
Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panajang apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Rasio yang digunakan adalah:  

a. Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio) Rasio ini mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rumusnya dibawah ini
                                  Total  hutang
Debt to assets ratio = ----------------------- x 100%
                                  Modal  Aktiva

b. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio) 
Rasio ini menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik  perusahaan, guna mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditor dengan pemilik perusahaan. 

                                  Total  hutang
Debt to equity ratio = ----------------------- x 100%
                                  Modal  Sendiri

sumber:
Frederick D.S Choi, Gary K. Meek, International Accounting, Buku 1 Edisi 6, Penerbit: Salemba Empat
www.nyse.com
www.world-exchange.com
http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-analisis-rasio-keuangan-dan.html

Minggu, 13 Maret 2016

AKUNTANSI KOMPARATIF : EROPA

Lima anggota Uni Eropa (EU) :
1. Republik Ceko
2. Perancis
3. Jerman
4. Belanda
5. Inggris
BEBERAPA PENGAMATAN TENTANG STANDAR DAN PRAKTIK AKUNTANSI
• Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (sering kali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan .
• Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi.
Tiga alasan praktik akuntansi dapat menyimpang dari standar akuntansi :
1. Di banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
2. Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan.
3. Beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Susunan standar akuntansi menggabungkan dua kombinasi, yaitu :
1. Sektor swasta: profesi akuntansi dan kelompok lain (pengguna dan penyusun laporan keuangan)
2. Sektor umum: perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi keamanan.
IFRS DALAM UNI EROPA
Tampilan tabel “persyaratan IFRS” meringkaskan persyaratan Uni Eropa untuk menggunakan IFRS di lima negara yang diteliti. Penggabungan laporan keuangan bisa diharapkan dimana IFRS diperlukan, tapi perbedaannya tetap ada ketika tidak ada penggabungan.
Persyaratan IFRS
Republik Ceko Perancis Jerman Belanda Inggris
Perusahaan terdaftar-laporan keu. gabungan Diharuskan Diharuskan Diharuskan Diharuskan Diharuskan
Perusahaan terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi Diharuskan Dilaranga Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasionala Dibolehkan Dibolehkan
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keu. gabungan Dibolehkan Dibolehkan Dibolehkan Dibolehkan Dibolehkan
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi Dilarangb Dilarangb Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasionala Dibolehkan Dibolehkan
aLaporan keuangan prusahaan tertutup Perancis dan Jerman harus disusun dengan menggunakan persyaratan akuntansi setempat karena laporan-laporan ini merupakan dasar untuk pajak dan dividen.
bIFRS tidak diperbolehkan dalam laporan keuangan perusahaan pribadi yang tidak terdaftar di Ceko karena dianggap bahwa IFRS bisa terlalu rumit dan memakan biaya untuk perusahaan-perusahaan pribadi yang kecil ini.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba-rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:
• Kebijakan akuntansi yang diikuti
• Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menetapkan kebijakan akuntansi yang penting
• Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi
Patokan Akuntansi
• Semua kombinasi bisnis dianggap pembelanjaan.
• Goodwill diuji setiap tahun untuk memeriksa penurunan nilainya dan jika negative harus segera diakui dalam pendapatan.
• Penanaman modal dalam perusahaan gabungan dengan metode ekuitas.
• Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional.
• Aset dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasar.
• Depresiasi dibebankan secarasistematis atas umur penggunaan asset, menggambarkan pola pemakaian manfaat.
• Persediaan dinilai secara FIFO atau beban rata-rata sesuai menurut IFRS.
• Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sementara pinjaman operasional dibebankan pada dasar sistematis.
• Pajak-pajak yang ditangguhkan dibayar penuh.
SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
1. Perancis
Akuntansi nasional Perancis diatur dalam Plan Comptable General, berisi:
1. Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan.
2. Definisi asset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran.
3. Aturan-aturan valuasi dan pengakuan.
4. Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah distandarisasi.
5. Contoh laporan keuangan dan aturan presentasinya.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Perancis:
1. Counseil National de la Comptabilite, atau CNC (Badan Akuntansi Nasional).
2. Comite de la Reglementation Comptable, atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi).
3. Autorite des Marches Financiers, atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan).
4. Ordre des Experts-Comptables, atau OEC (Institut Akuntan Publik).
5. Compagnie Nationale des Commissaires aux Comptes, atau CNCC (Institut Nasional Undang-undang Auditor).
Laporan Keuangan
Perusahaan Perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan atas laporan keuangan
4. Laporan Direktur
5. Laporan Auditor
Patokan Akuntansi
• Aset-aset berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan.
• Depresiasi dilakukan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan metode garis garis lurus atau saldo menurun.
• Persediaan dinilai berdasarkan nilai terendah (FIFO) atau rata-rata tertimbang.
• Biaya riset dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya (akrual basis)
• Aset-aset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya sewa dibebankan.
• Utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi.
• Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika pembalikan perbedaan waktu bisa diperkirakan.
• Goodwill biasanya dikapitalisasi dan diamortisasi ke dalam pendapatan.
2. Jerman
Akuntansi nasional Jerman diatur dalam German Commercial Code (HGB), berisi:
1. memungkinkan perusahaan yang mengeluarkan ekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk menggunakan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan mereka.
2. memungkinkan adanya penetapan perusahaan sector swasta untuk menyusun standar akuntansi bagi laporan keuangan gabungan.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
1. German Accounting Standards Committee atau GASC, atau dalam bahasa Jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standards Committee atau DRSC (Otoritas penyusun standar Jerman)
2. Financial Accounting Control Act (Badan pengontrol kepatuhan).
3. Financial Reporting Enforcement Panel atau FREP (Dewan sector swasta)
4. Federal Financial Supervisory Authority (Dewan sector public)
5. Wirtschaftsprufer atau WPs (Badan pemeriksa perusahaan)
Laporan Keuangan
Perusahaan Jerman harus melaporkan hal-hal berikut:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan
4. Laporan Manajemen
5. Laporan Auditor
Pengukuran Akuntansi
• Metode pembelian (akuisisi) menggunakan metode penggabungan usaha.
• Aset dan utang dari badan usaha yang diakuisisi dinaikkan pada nilai yang ada.
• Aset berwujud dinilai berdasarkan harga perolehan.
• Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih rendah.
• Depresiasi dinilai sesuai dengan penurunan tingkat pajak.
• Menggunakan pendekatan mata uang fungsional terhadap translasi mata uang asing.
• Goodwill diuji setiap tahun untuk mengetahui adanya penurunan.
• Pajak-pajak yang ditangguhkan biasanya tidak muncul dalam akun perusahaan pribadi, namun pajak tersebut bisa muncul dalam laporan gabungan.
3. Republik Ceko
Undang-undang dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalam European Union Directives.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
• Accountancy Act: menentukan persyaratan untuk akuntansi.
• Fourth and Sevent Directives dari Uni Eropa: menetapkan penggunaan daftar perkiraan untuk pembukuan catatn dan penyusunan laporan keuangan.
• Czech Securities Commission: bertanggung jawab mengawasi dan memantau pasar modal.
• Act on Auditors: Mengatur proses audit.
• Chamber of Auditors: mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit dan regulasi praktik audit seperti format laporan audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1. Neraca
2. Akun keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi)
3. Catatan
Pengukuran Akuntansi
• Metode Akuisisi (pembelian)
• Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi.
• Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya.
• Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
• Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi.
• Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara.
4. Belanda
Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik professional yang sangat tinggi.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970 yang berisi:
• Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokkan dan dijelaskan dengan tepat.
• Laporan keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman.
• Dasar-dasar untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus diungkapkan.
• Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan tepat.
• Informasi keuangan yang komparatif untuk periode terdahulu harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan
4. Laporan Direktur
5. Informasi lain yang sudah ditentukan
Pengukuran Akuntansi
• Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi
• Persediaan dinilai dengan FIFO, LIFO atau rata-rata
• Semua asset tidak berwujud memiliki usia terbatas.
• Biaya riset dan pengembangan hanya dikapitalisasi ketika jumlahnya bisa ditutup kembali
• Pajak penghasilan yang ditangguhkan diakui berdasarkan konsep alokasi yang komprehensif.
5. Inggris
Sejak tahun 1970-an, sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah EU Directives, terutama Fourth and Seventh Directive.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1981 memuat 5 prinsip akuntansi dasar, yaitu:
1. Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual.
2. Aset dan kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung secara terpisah.
3. Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengenalan penghasilan yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4. Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ketahun.
5. Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang sedang dihitung.
Enam dewan akuntansi di Kerajaan Inggris:
1. TheInstituteofChartered AccountantsinEnglanddanWales
2. TheInstituteofChartered AccountantsinIreland
3. TheInstituteofChartered AccountantsinScotland
4. The Association of Chartered Certified Accountants
5. The CharteredInstituteofManagementAccountants
6. The CharteredInstituteofPublicFinance and Accountancy
Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal:
1. Laporan direktur
2. Akun Laba dan Rugi serta neraca
3. Laporan arus kas
4. Laporan keseluruhan laba dan rugi
5. Laporan kebijakan akuntansi
6. Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7. Laporan auditor
Penghitungan akuntansi
• Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi selama kurang dari 20 tahun
• Aset-aset dihitung pada harga perolehan, biaya sekarang atau gabungan keduanya
• Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya
• Persediaan dihitung berdasarkan FIFO atau rata-rata
• Pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode hutang dengan dasar provisi penuh untuk perbedaan berdasarkan waktu.

Senin, 07 Maret 2016

Tugas Kelompok


DINI IRIANI (22212195)
GENIALFI MIA (28212138)
ISNA ISNIYATI (23212850)
MUHAMAD FIRMANSYAH (24212788)



1.      Pertimbangkanlah negara – negara berikut : (1) Belgia, (2) Cina, (3) Republik Ceko, (4) Gambia, (5) India, (6) Meksiko, (7) Senegal ,dan (8) Taiwan
Diminta : Ke dalam bagian manakah negara-negara tersebut diklasifikasikan berdasarkan sistem hukum ? Ke dalam bagian manakah jika diklasifikasikan berdasarkan sistem praktik akuntansi ? berikan alasan atas jawaban anda
Jawaban :
a.       Ke dalam bagian manakah negara-negara tersebut diklasifikasikan berdasarkan sistem hukum ?
1.      Belgia : Kodifikasi Hukum (Sumber dari Prancis)
2.      China : Hukum Umum
3.      Republik Ceko : Kodifikasi Hukum (Sumber dari Jerman)
4.      Gambia : Hukum Umum karena Gambia merupakan bekas kolonial Inggris
5.      India : Hukum Umum
6.      Meksiko : Kodifikasi Hukum (Sumber dari Prancis)
7.      Senegal : Kodifikasi Hukum karena Senegal Merupakan Bekas Kolonial Prancis di  Afrika
8.      Taiwan : Kodifikasi Hukum (Sumber dari Jerman)
b.      Ke dalam bagian manakah jika diklasifikasikan berdasarkan sistem praktik akuntansi ? berikan alas an atas jawaban anda
1.      Belgia : Akuntansi Kepatuhan Hukum
2.      China : Akuntansi Penyajian Wajar
3.      Republik Ceko : Akuntansi Kepatuhan Hukum
4.      Gambia : Akuntansi Penyajian Wajar
5.      India : Akuntansi Penyajian Wajar
6.      Meksiko : Akuntansi Kepatuhan Hukum
7.      Senegal : Akuntansi Kepatuhan Hukum
8.      Taiwan : Akuntansi Kepatuhan Hukum

Karena jika Negara tersebut menetapkan akuntansi hukum umum, maka berkaitan dengan penyajian wajar. Sedangkan jika Negara tersebut menetapkan kodifikasi khusus maka praktik akuntansinya adalah akuntansi kepatuhan hukum.


2.      Uni Eropa (EU) yang dahulu dikenal sebagai Masyarakat Eropa  dan awalnya pasar bersama Eropa dibentuk pada tahun 1957 dan memiliki 15 anggota  sampai pada akhir 2003: Australia, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Untuk mendorong pergerakan modal  dan pembentukkan modal, EU mengeluarkan berbagai petunjuk yang dirancang untuk mengharmonisasikan  prinsip akuntansi yang diterima secara umum di Negara-negara anggotanya. Diminta: Faktor yang mempengaruhi  perkembangan akuntansi manakah yang akan menjadi hambatan yang paling serius untuk mencapai harmonisasi akuntansi di EU ? Faktor-faktor apakah yang menandakan usaha harmonisasi  EU mencapai keberhasilan ?
Jawab :
a.       Faktor yang mempengaruhi  perkembangan akuntansi manakah yang akan menjadi hambatan yang paling serius untuk mencapai harmonisasi akuntansi di EU ?
Faktor yang menjadi hambatan paling serius adalah faktorSistem Hukum sebab masing negara di uni eropa menerapkan sistem hukum yang berbeda. Contohnya Belgia menerapkan sistem hukum kodifikasi sedangkan inggris menerapkan hukum umum. Selain itu sistem hukum juga mempengaruhi sistem praktik akuntansi, dimana jika suatu negara menerapkan akuntansi hukum umum maka sistem praktik akuntansi yang digunakan yaitu  dengan penyajian wajar. Sedangkan jika suatu negara menerapkan kodifikasi hukum maka sistem praktik akuntansi yang digunakan akuntansi kepatuhan umum.
b.      Faktor-faktor apakah yang menandakan usaha harmonisasi  EU mencapai keberhasilan ?
EC (European Commission) telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi :
·         Perubahan modal dalam tingkat EU
·         Membuat kerangka dasar hokum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang terintegrasi
·         Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.
Direktif yang dikeluarkan EC terbukti berhasil dengan membawa akuntansi di seluruh negara anggota EU ke tahap penyeragaman yang baik dan relatif memadai. Direktif ini mengharmonisasikan penyajian akan rugi dan laba (laporan laba rugi) serta neraca dan menambah informasi tambahan minimum dalam catatan, secara khusus pengungkapan pengaruh aturan pajak atas hasil yang dilaporkan.
Pada tahun 2000, EC mengadopsi strategi pelaporan keuangan yang baru. Hal yang menarik dari strategi ini adalah usulan aturan bahwa seluruh perusahaan EU yang tercatat dalam pasar teregulasi, termasuk bank, perusahaan asuransi dan SME (perusahaan berukuran kecil dan menengah), harus menyusun akun-akun konsolidais sesuai dengan IFRS.

3.      Banyak negara yang menginginkan atau membiarkan perusahaan - perusahaannya yang telah terdaftar menggunakan standar pelaporan keuangan internasional dalam laporan – laporan keuangannya, atau laporan yang dikonsolidasikan untuk kepentingan investor.
Diminta : Pertimbangkan kesepuluh negara berikut ini : Cina, Republik Ceko, Prancis, Jerman, India, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Untuk masing - masing negara apakah IFRS (a) tidak diizinkan, (b) diizinkan, (c) diperlukan untuk sesuatu, atau (d) diperlukan untuk seluruh perusahaan domestik yang terdaftar dalam bursa saham ? Diskusikan kemungkinan – kemungkinan alasan untuk menetapkan pola yang diteliti (petunjuk : mengacu pada IAS plus dalam situswww.iasplus.com)
a.       Tidak diizinkan
1)   Cina (menggunakan standar yang secara substansial)
b.      Diizinkan
1)   Prancis (kecuali untuk perusahaan pribadi)
2)   Jerman
3)   Belanda
4)   Inggris
5)   Republik Ceko (kecuali untuk perusahaan pribadi)
6)   India
c.       Diperlukan untuk sesuatu :
1)   Jepang
d.      Diperlukan untuk seluruh perusahaan domestik yang terdaftar dalam bursa saham?
1)   Meksiko
2)   Amerika Serikat (perusahaan luar negeri yang terdaftar)
Diskusikan kemungkinan – kemungkinan alasan untuk menetapkan pola yang diteliti (petunjuk : mengacu pada IAS plus dalam situswww.iasplus.com)


Negara
Perusahaan terdaftar–Laporan Keuangan Gabungan
Perusahaan terdaftar–Laporan Keuangan Perusahaan Pribadi
Perusahaan Tidak Terdaftar – Laporan Keuangan Gabungan
Perusahaan Tidak Terdaftar –Laporan Keuangan Perusahaan Pribadi
Cina




Republik Ceko
Diharuskan
Diharuskan
Dibolehkan
Dilarang
Prancis
Diharuskan
Dilarang
Dibolehkan
Dilarang
Jerman
Diharuskan
Dibolehkan*
Dibolehkan
Dibolehkan*
India




Jepang




Meksiko




Belanda
Diharuskan
Dibolehkan
Dibolehkan
Dibolehkan
Inggris
Diharuskan
Dibolehkan
Dibolehkan
Dibolehkan
Amerika Serikat








http://internasional.kompas.com/read/2010/04/04/23031184/Senegal.Akan.Ambil.Pangkalan.Kolonial.Perancis
Choi, Frederick D.S., Meek, Gary K. 2010. International Accounting Buku 1 Edisi 6. Jakarta : Salemba Empat.

Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional



A.  Perkembangan Akuntansi Internasional

Akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Berikut ini adalah delapan faktor yang memiliki pengaruh signitifikan dalam perkembangan dunia akuntansi :
Sumber pendanaan
Negara yang memiliki pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sedangkan dalam negara yang menerapkan sistem berbasis kredit, memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
Sistem Hukum
Dunia barat mempunyai dua orientasi dasar yaitu hokum kode (sipil) dan hokum umum (kasus). Hokum kode diambil dari hokum Romawi dan kode napoleon. Di Negara-negara yang menerapkan hokum kode, aturan akuntansi digabungkan dalam hokum nasional dan cenderung sangat lengkap serta mencakup banyak prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya guna keperluan pajak. Namun, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu, yang berbeda dengan prinsip akuntansi keuangan.
Ikatan Politik dan Ekonomi
Banyak Negara berkembang yang menerapkan system akuntansi yang dikembangkan oleh bangsa lain, entah karena paksaan ataupun karena keinginan sendiri.
Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting.
Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalah gunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative, misalnya, tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
Budaya
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variasi budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara.


Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar :
1) Berdasarkan pendekatan makroekonomi
Berdasarkan pendekatan ini, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Contohnya negara Swedia.

2) Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Pada pendekatan ini, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Contohnya negara Belanda.

3) Berdasarkan pendekatan independen
Berdasarkan pendekatan ini, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Contohnya negara Inggris dan Amerika Serikat.

4) Berdasarkan pendekatan yang seragam
Pada pendekatan ini, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Contohnya adalah negara Perancis.


B. Klasifikasi Akuntansi Internasional

        Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Tujuan pengklasifikasian adalah:
1.    Dapat membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem memiliki kesamaan dan perbedaan
2. Bentuk-bentuk perkembangan sistem akuntansi suatu negara dibandingkan yang lain serta kemungkinannya untuk berubah
3.  Alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain.

Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara yaitu klasifikasi Subjektif dan secara Empiris. Klasifikasi Subyektif yaitu klasifikasi dengan pertimbangan bergabung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman, sedangkan klasifikasi  yang teruji secara empiris yaitu klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia.

Sistem hukum : akuntansi hukum umum dengan hukum kode
Akuntansi juga dapat diklasifikasikan dengan sistem hukum suatu Negara,
1.       Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparan  dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan infrmasi investor luar. Akuntansi hukum umum disebut sebagai “Anglo Saxon”.
2. Akuntansi dalam Negara-negara hukum kode memiliki karakteristik beorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara ankuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Akuntansi ini disebut juga “kontinental”.

Sistem praktik  : akuntansi penyajian wajar versus kepatuhan hukum
Ada beberapa alasan mengapa banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, seperti:
1.       Ratusan perusahaan saat ini mencatat sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal mereka,
2.       Beberapa Negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independent,
3.       Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.

Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti:
1. depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum),
2. sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum),
3. pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja (kepatuhan hukum).

Sumber :
http://mega-pramita.blogspot.co.id/2015/03/perkambangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html?m=1