Sabtu, 17 Januari 2015

KUTIPAN

1. Pengertian Kutipan 

Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut saya kutipan dalah suatu pengambilan tulisan dari beberapa sumber demi melengkapi suatu tulisan.

2. Cara Mengutip 

a. Kutipan lansung yang panjangnya tidak lebih dari empat baris, caranya adalah:
- kutipan  diintegrasikan lansung dengan teks
- jarak antara baris dengan baris dua spasi
- kutipan itu diapit dengan tanda kutip
  - sesudah kutipan selesai kutipan diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas atau    
    dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang dan nomor halaman tempat terdapat   
    kutipan itu.
 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pada tiap bab akan dimulai dengan nomor urut 1, pada penunjuk pertama nama pengarang harus disebut secara lengkap, sedangkan penunjuk yang selanjutnya dalam bab tersebut cukup dengan menyebut nama singkat pengarang, ditambah penggunaan singkatan ibid., op. cit.,atau loc. Cit. Sebaliknya bila nomor urut penunjuk berlaku untuk seluruh karangan, maka hanya untuk penyebutan pertama, nama pengarang ditulis secara lengkap, lalu penyebutan selanjutnya mempergunakan singkatan.
                               
b. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris, caranya adalah:
- kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi
- jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi
- kutipan boleh diapit atau boleh tidak diapit dengan tanda kutip
  - sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas atau dalam   
    kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat  
    terdapat kutipan itu
  - seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam  5-7 ketikan,  bila kutipan itu dimulai dengan alinea  
    baru, maka baris pertama dari kutipan itu dimasukkan lagi dalam 5-7 ketikan.
   Kadang terjadi bahwa dalam kutipan itu terdapat lagi kutipan. Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara, yaitu:
1   .  Mempergunakan tanda kutip ganda {“. . .”} bagi kutipan asli dan tanda kutip tunggal{‘. . .’} bagi   
        kutipan dalam kutipan itu, atau sebaliknya;
2    . Bagi kutipan asli tidak dipergunakan tanda kutip, sedangkan kutipan dalam kutipan itu  
        mempergunakan tanda kutip ganda.
c    . Kutipan tak lansung, caranya adalah:
        - kutipan diintegrasikan dengan teks
  - jarak antar baris dua spasi; kutipan tidak diapit dengan tanda kutip
   - sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam   
     kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat   
    terdapat kutipan itu.
d     . Kutipan pada Catatan kaki
Kutipan pada catatan kaki selalu ditempatkan dalam spasi rapat walaupun kutipan itu singkat saja. Demikian juga kutipan itu selalu dimasukkan dalam tanda kutip dan dikutip tepat seperti teks aslinya.
e. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan atas ucapan lisan biasanya ditemukan dalam ceramah-ceramah, kuliah-kuliah, atau wawancara-wawancara. Sebenarnya kutipan atas sumber semacam ini sulit dipercaya, kecuali mungkin ucapan yang disampaikan oleh seorang tokoh yang penting dalam suatu kesempatan yang luar biasa serta dapat diuji oleh masyarakat luas. Sumber ucapan-ucapan lisan itu dapat dimasukkan langsung dalam teks atau dapat pula dimasukkan dalam catatan kaki seandainya akan mengganggu jalannya teks itu sendiri.

3. Jenis-Jenis Kutipan

Menurut jenisnya kutiapan dibagi atas 2 bagian, yaitu :
a. Kutipan langsung
 Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau tokoh terkenal dengan mengambil secara lengkap kata demi kata ataupun kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli.
      b.  Kutipan tak langsung ( kutipan isi )
  Kutipan tak langsung ( kutipan isi ) adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau tokoh terkenal yang berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut.
Dalam mengambil kutipan, hendaknya kutipan jangan terlalu panjang karena dapat membuat pembaca lupa bahwa tulisan tersebut merupakan sebuah kutipan. Bila penulis menganggap perlu mengambil kutipan yang panjang, maka lebih baik memasukkannya dalam bagian Apendiks atau Lampiran.

4. Contoh Kutipan

a. Kutipan Langsung

Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007)

b. Kutipan Tidak Langsung

Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat.

 Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar